PADANG– Kepedulian terhadap masa depan generasi muda di
Sumatera Barat terus diwujudkan melalui langkah nyata. Berangkat dari
keprihatinan atas semakin besarnya ancaman penyalahgunaan narkotika di tengah
masyarakat, Bundo Kanduang Kelurahan Seberang Padang menginisiasi kegiatan
Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkotika di Mesjid Nur El Hidayah, Seberang
Padang, Kota Padang, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan ini menghadirkan berbagai unsur masyarakat, tokoh
adat, dan pegiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap
Narkotika (P4GN).
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan
Seberang Padang, Hendri Dodi, SE., MM., MH., yang hadir dalam acara tersebut
menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bundo Kanduang. Menurutnya, sinergi
antara lembaga adat, organisasi masyarakat, dan pemerintah merupakan modal
utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari
penyalahgunaan narkotika.
Menguatkan gerakan tersebut, Lembaga Anti Narkotika (LAN)
Provinsi Sumatera Barat turut hadir secara langsung. Ketua LAN Provinsi Sumatera
Barat, Firman Sikumbang, didampingi Tim P4GN LAN Sumbar, menegaskan komitmen
organisasi dalam memperluas edukasi hingga ke tingkat kelurahan dan komunitas
masyarakat.
Dalam kesempatan itu, LAN Sumbar menghadirkan narasumber
yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap pembangunan karakter masyarakat,
Drs. H. Syamsu Rahim.
Dalam paparannya, Syamsu Rahim menegaskan bahwa
penyalahgunaan narkotika bukan hanya persoalan hukum, melainkan juga persoalan
moral, sosial, budaya, dan ketahanan keluarga. Oleh sebab itu, penyelesaiannya
harus dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan pendidikan, agama, budaya,
dan penguatan nilai-nilai adat.
Ia mengajak seluruh peserta, khususnya para Bundo Kanduang,
untuk kembali menghidupkan falsafah *"Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi
Kitabullah"* (ABS-SBK) sebagai landasan kehidupan masyarakat Minangkabau.
Falsafah ini, menurutnya, mengajarkan cara membentuk manusia yang berakhlak
mulia, menghormati orang tua, menjaga martabat keluarga, serta memiliki rasa
malu untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma agama dan adat.
"Ketika seorang ibu mampu menanamkan nilai agama, adat,
sopan santun, rasa malu, tanggung jawab, serta kasih sayang kepada anak-anaknya
sejak dini, maka sesungguhnya ia sedang membangun benteng yang paling kokoh
dalam mencegah penyalahgunaan narkotika," ungkap Syamsu Rahim.
Ia menambahkan, Bundo Kanduang memiliki kedudukan yang
sangat strategis sebagai *limpapeh rumah nan gadang* (tiang penyangga rumah
besar). Sosok perempuan ini merupakan pendidik pertama bagi anak-anak sekaligus
penjaga nilai-nilai adat Minangkabau yang melahirkan generasi beriman dan
berkarakter.
Menanggapi hal tersebut, Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat,
Firman Sikumbang, memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua Bundo Kanduang
Kelurahan Seberang Padang, Hj. Nurmani Gani, beserta jajarannya yang telah
mengambil peran aktif dalam mendukung gerakan P4GN.
Firman menegaskan bahwa pendekatan berbasis keluarga, adat,
dan budaya merupakan salah satu strategi paling efektif dalam membangun
ketahanan masyarakat.
"Perang melawan narkotika tidak bisa dimenangkan hanya
oleh aparat penegak hukum. Dibutuhkan gerakan bersama yang melibatkan keluarga,
sekolah, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, organisasi masyarakat, dan
seluruh elemen bangsa. Ketika semua bersatu, kita akan mampu menyelamatkan
generasi muda Sumatera Barat," ujar Firman.
Ketua Bundo Kanduang Kelurahan Seberang Padang, Hj. Nurmani
Gani, berharap kegiatan ini menjadi awal dari gerakan yang lebih luas dalam
mengembalikan peran keluarga sebagai benteng utama pembentukan karakter anak.
Ia mengajak seluruh kaum ibu untuk terus meningkatkan
kepedulian terhadap pendidikan anak, memperkuat komunikasi dalam keluarga,
serta menanamkan nilai-nilai agama dan adat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sinergi yang dipererat antara Bundo Kanduang, tokoh
masyarakat, pemerintah, dan LAN Provinsi Sumatera Barat, diharapkan dapat
terwujud generasi muda Sumatera Barat yang sehat, berkarakter, berakhlak mulia,
dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Sumber:
https://www.pionirnews.com/2026/07/revitalisasi-nilai-adat-minangkabau.html

0 comments:
Posting Komentar